Laman

Minggu, 27 Maret 2011

penanggulangan sampah


Penanggulangan Sampah
Sampah merupakan konsekuensi dari adanya aktifitas manusia. Setiap aktifitas manusia pasti menghasilkan buangan atau sampah. Jumlah atau volume sampah sebanding dengan tingkat konsumsi kita terhadap barang/material yang kita gunakan sehari-hari. Demikian juga dengan jenis sampah, sangat tergantung dari jenis material yang kita konsumsi. Oleh karena itu pegelolaan sampah tidak bisa lepas juga dari ‘pengelolaan’ gaya hidup masyrakat.

Peningkatan jumlah penduduk dan gaya hidup sangat berpengaruh pada volume sampah. Misalnya saja, kota Jakarta pada tahun 1985 menghasilkan sampah sejumlah 18.500 m3 per hari dan pada tahun 2000 meningkat menjadi 25.700 m3 per hari. Jika dihitung dalam setahun, maka volume sampah tahun 2000 mencapai 170 kali besar Candi Borobudur (volume Candi Borobudur = 55.000 m3). [Bapedalda, 2000]. Selain Jakarta, jumlah sampah yang cukup besar terjadi di Medan dan Bandung. Kota metropolitan lebih banyak menghasilkan sampah dibandingkan dengan kota sedang atau kecil.

Jenis Sampah

Secara umum, jenis sampah dapat dibagi 2 yaitu sampah organik (biasa disebut sebagai sampah basah) dan sampah anorganik (sampah kering). Sapah basah adalah sampah yang berasal dari makhluk hidup, seperti daun-daunan, sampah dapur, dll. Sampah jenis ini dapat terdegradasi (membusuk/hancur) secara alami. Sebaliknya dengan sampah kering, seperti kertas, plastik, kaleng, dll. Sampah jenis ini tidak dapat terdegradasi secara alami.

Pada umumnya, sebagian besar sampah yang dihasilkan di Indonesia merupakan sampah basah, yaitu mencakup 60-70% dari total volume sampah. Oleh karena itu pengelolaan sampah yang terdesentralisisasi sangat membantu dalam meminimasi sampah yang harus dibuang ke tempat pembuangan akhir. Pada prinsipnya pengelolaan sampah haruslah dilakukan sedekat mungkin dengan sumbernya. Selama ini pengleolaan persampahan, terutama di perkotaan, tidak berjalan dengan efisien dan efektif karena pengelolaan sapah bersifat terpusat. Misanya saja, seluruh sampah dari kota Jakarta harus dibuag di Tempat Pembuangan Akhir di daerah Bantar Gebang Bekasi. Dapat dibayangkan berapa ongkos yang harus dikeluarkan untuk ini. Belum lagi, sampah yang dibuang masih tercampur antara sampah basah dan sampah kering. Padahal, dengan mengelola sampah besar di tingkat lingkungan terkecil, seperti RT atau RW, dengan membuatnya menjadi kompos maka paling tidak volume sampah dapat diturunkan/dikurangi.

Alternatif Pengelolaan Sampah

Untuk menangani permasalahan sampah secara menyeluruh perlu dilakukan alternatif-alternatif pengelolaan. Landfill bukan merupakan alternatif yang sesuai, karena landfill tidak berkelanjutan dan menimbulkan masalah lingkungan. Malahan alternatif-alternatif tersebut harus bisa menangani semua permasalahan pembuangan sampah dengan cara mendaur-ulang semua limbah yang dibuang kembali ke ekonomi masyarakat atau ke alam, sehingga dapat mengurangi tekanan terhadap sumberdaya alam. Untuk mencapai hal tersebut, ada tiga asumsi dalam pengelolaan sampah yang harus diganti dengan tiga prinsip–prinsip baru. Daripada mengasumsikan bahwa masyarakat akan menghasilkan jumlah sampah yang terus meningkat, minimisasi sampah harus dijadikan prioritas utama.

Sampah yang dibuang harus dipilah, sehingga tiap bagian dapat dikomposkan atau didaur-ulang secara optimal, daripada dibuang ke sistem pembuangan limbah yang tercampur seperti yang ada saat ini. Dan industri-industri harus mendesain ulang produk-produk mereka untuk memudahkan proses daur-ulang produk tersebut. Prinsip ini berlaku untuk semua jenis dan alur sampah.

Pembuangan sampah yang tercampur merusak dan mengurangi nilai dari material yang mungkin masih bisa dimanfaatkan lagi. Bahan-bahan organik dapat mengkontaminasi/ mencemari bahan-bahan yang mungkin masih bisa di daur-ulang dan racun dapat menghancurkan kegunaan dari keduanya. Sebagai tambahan, suatu porsi peningkatan alur limbah yang berasal dari produk-produk sintetis dan produk-produk yang tidak dirancang untuk mudah didaur-ulang; perlu dirancang ulang agar sesuai dengan sistem daur-ulang atau tahapan penghapusan penggunaan.

Program-program sampah kota harus disesuaikan dengan kondisi setempat agar berhasil, dan tidak mungkin dibuat sama dengan kota lainnya. Terutama program-program di negara-negara berkembang seharusnya tidak begitu saja mengikuti pola program yang telah berhasil dilakukan di negara-negara maju, mengingat perbedaan kondisi-kondisi fisik, ekonomi, hukum dan budaya. Khususnya sektor informal (tukang sampah atau pemulung) merupakan suatu komponen penting dalam sistem penanganan sampah yang ada saat ini, dan peningkatan kinerja mereka harus menjadi komponen utama dalam sistem penanganan sampah di negara berkembang. Salah satu contoh sukses adalah zabbaleen di Kairo, yang telah berhasil membuat suatu sistem pengumpulan dan daur-ulang sampah yang mampu mengubah/memanfaatkan 85 persen sampah yang terkumpul dan mempekerjakan 40,000 orang.

Secara umum, di negara Utara atau di negara Selatan, sistem untuk penanganan sampah organik merupakan komponen-komponen terpenting dari suatu sistem penanganan sampah kota. Sampah-sampah organik seharusnya dijadikan kompos, vermi-kompos (pengomposan dengan cacing) atau dijadikan makanan ternak untuk mengembalikan nutirisi-nutrisi yang ada ke tanah. Hal ini menjamin bahwa bahan-bahan yang masih bisa didaur-ulang tidak terkontaminasi, yang juga merupakan kunci ekonomis dari suatu alternatif pemanfaatan sampah. Daur-ulang sampah menciptakan lebih banyak pekerjaan per ton sampah dibandingkan dengan kegiatan lain, dan menghasilkan suatu aliran material yang dapat mensuplai industri.

Tangguang Jawab Produsen dalam Pengelolaan Sampah

Hambatan terbesar daur-ulang, bagaimanapun, adalah kebanyakan produk tidak dirancang untuk dapat didaur-ulang jika sudah tidak terpakai lagi. Hal ini karena selama ini para pengusaha hanya tidak mendapat insentif ekonomi yang menarik untuk melakukannya. Perluasan Tanggungjawab Produsen (Extended Producer Responsibility - EPR) adalah suatu pendekatan kebijakan yang meminta produsen menggunakan kembali produk-produk dan kemasannya. Kebijakan ini memberikan insentif kepada mereka untuk mendisain ulang produk mereka agar memungkinkan untuk didaur-ulang, tanpa material-material yang berbahaya dan beracun. Namun demikian EPR tidak selalu dapat dilaksanakan atau dipraktekkan, mungkin baru sesuai untuk kasus pelarangan terhadap material-material yang berbahaya dan beracun dan material serta produk yang bermasalah.

Di satu sisi, penerapan larangan penggunaan produk dan EPR untuk memaksa industri merancang ulang ulang, dan pemilahan di sumber, komposting, dan daur-ulang di sisi lain, merupakan sistem-sistem alternatif yang mampu menggantikan fungsi-fungsi landfill atau insinerator. Banyak komunitas yang telah mampu mengurangi 50% penggunaan landfill atau insinerator dan bahkan lebih, dan malah beberapa sudah mulai mengubah pandangan mereka untuk menerapkan “Zero Waste” atau “Bebas Sampah”.

Sampah Bahan Berbahaya Beracun (B3)

Sampah atau limbah dari alat-alat pemeliharaan kesehatan merupakan suatu faktor penting dari sejumlah sampah yang dihasilkan, beberapa diantaranya mahal biaya penanganannya. Namun demikian tidak semua sampah medis berpotensi menular dan berbahaya. Sejumlah sampah yang dihasilkan oleh fasilitas-fasilitas medis hampir serupa dengan sampah domestik atau sampah kota pada umumnya. Pemilahan sampah di sumber merupakan hal yang paling tepat dilakukan agar potensi penularan penyakit dan berbahaya dari sampah yang umum.

Sampah yang secara potensial menularkan penyakit memerlukan penanganan dan pembuangan, dan beberapa teknologi non-insinerator mampu mendisinfeksi sampah medis ini. Teknologi-teknologi ini biasanya lebih murah, secara teknis tidak rumit dan rendah pencemarannya bila dibandingkan dengan insinerator.

Banyak jenis sampah yang secara kimia berbahaya, termasuk obat-obatan, yang dihasilkan oleh fasilitas-fasilitas kesehatan. Sampah-sampah tersebut tidak sesuai diinsinerasi. Beberapa, seperti merkuri, harus dihilangkan dengan cara merubah pembelian bahan-bahan; bahan lainnya dapat didaur-ulang; selebihnya harus dikumpulkan dengan hati-hati dan dikembalikan ke pabriknya. Studi kasus menunjukkan bagaimana prinsip-prinsip ini dapat diterapkan secara luas di berbagai tempat, seperti di sebuah klinik bersalin kecil di India dan rumah sakit umum besar di Amerika.

Sampah hasil proses industri biasanya tidak terlalu banyak variasinya seperti sampah domestik atau medis, tetapi kebanyakan merupakan sampah yang berbahaya secara kimia.

Produksi Bersih dan Prinsip 4R

Produksi Bersih (Clean Production) merupakan salah satu pendekatan untuk merancang ulang industri yang bertujuan untuk mencari cara-cara pengurangan produk-produk samping yang berbahaya, mengurangi polusi secara keseluruhan, dan menciptakan produk-produk dan limbah-limbahnya yang aman dalam kerangka siklus ekologis. Prinsip-prinsip Produksi Bersih adalah:

Prinsip-prinsip yang juga bisa diterapkan dalam keseharian misalnya dengan menerapkan Prinsip 4R yaitu:

* Reduce (Mengurangi); sebisa mungkin lakukan minimalisasi barang atau material yang kita pergunakan. Semakin banyak kita menggunakan material, semakin banyak sampah yang dihasilkan.
* Reuse (Memakai kembali); sebisa mungkin pilihlah barang-barang yang bisa dipakai kembali. Hindari pemakaian barang-barang yang disposable (sekali pakai, buang). Hal ini dapat memperpanjang waktu pemakaian barang sebelum ia menjadi sampah.
* Recycle (Mendaur ulang); sebisa mungkin, barang-barang yg sudah tidak berguna lagi, bisa didaur ulang. Tidak semua barang bisa didaur ulang, namun saat ini sudah banyak industri non-formal dan industri rumah tangga yang memanfaatkan sampah menjadi barang lain.
* Replace ( Mengganti); teliti barang yang kita pakai sehari-hari. Gantilah barang barang yang hanya bisa dipakai sekalai dengan barang yang lebih tahan lama. Juga telitilah agar kita hanya memakai barang-barang yang lebih ramah lingkungan, Misalnya, ganti kantong keresek kita dnegan keranjang bila berbelanja, dan jangan pergunakan styrofoam karena kedua bahan ini tidka bisa didegradasi secara alami.

Sabtu, 19 Februari 2011

Desain

Desain biasa diterjemahkan sebagai seni terapan, arsitektur, dan berbagai pencapaian kreatif lainnya. Dalam sebuah kalimat, kata “desain” bisa digunakan baik sebagai kata benda maupun kata kerja. Sebagai kata kerja, “desain” memiliki arti “proses untuk membuat dan menciptakan obyek baru”. Sebagai kata benda, “desain” digunakan untuk menyebut hasil akhir dari sebuah proses kreatif, baik itu berwujud sebuah rencana, proposal, atau berbentuk obyek nyata.
Proses desain pada umumnya memperhitungkan aspek fungsi, estetik dan berbagai macam aspek lainnya, yang biasanya datanya didapatkan dari riset, pemikiran, brainstorming, maupun dari desain yang sudah ada sebelumnya. Akhir-akhir ini, proses (secara umum) juga dianggap sebagai produk dari desain, sehingga muncul istilah “perancangan proses”. Salah satu contoh dari perancangan proses adalah perancangan proses dalam industri kimia.
Membuat karya desain adalah proses yang memang harus dilalui dari awal sampai akhir. Dan tidak ada proses yang tiba-tiba jadi tanpa ada kritik dan ujian. Proses desain biasanya diawali dari brainstorming (pengumpulan ide), visualisasi bentuk (form desain), pembuatan desain (design layout/visualisation), pengujian kritik (critiquing). Barulah desain itu menjadi karya desain yang bisa diterima dan dipublish ke publik.

Pasar Barang Seni

Barang Seni adalah kegiatan kreatif yang berkaitan dengan perdagangan barang-barang asli, unik dan langka serta memiliki nilai estetika seni yang tinggi melalui lelang, galeri, toko, pasar swalayan, dan internet, meliputi: barang-barang musik, percetakan, kerajinan, automobile, dan film.
Lapangan usaha yang merupakan bagian dari kelompok industri Pasar Seni dan barang antik yaitu:
  1. Perdagangan Besar Barang-Barang Antik;
  2. Perdagangan Eceran Barang Antik yang mencakup mencakup usaha perdagangan eceran barang-barang antik, seperti: guci bekas, bokor bekas, lampu gantung bekas dan meja/kursi marmer bekas, furnitur antik, mobil antik, dan motor antik.
  3. Perdagangan Eceran Kaki Lima Barang Antik yang mencakup usaha perdagangan eceran barang-barang antik yang dilakukan di pinggir jalan umum, serambi muka (emper), toko, atau tempat tetap di pasar yang dapat dipindah-pindah atau didorong, seperti: guci bekas, bokor bekas, lampu gantung bekas, meja/ kursi marmer bekas, dan furniture antik.
  4. Jasa Galeri dan Rumah Lelang untuk Barang Seni dan Barang Antik, baik yang dilakukan oleh pemerintah maupun pihak swasta.
Pemerintah Indonesia telah menetapkan daerah sentra atau lokasi yang diberi nama Pasar Seni sebagai media pemasaran barang-barang seni. Beberapa pasar seni di Indonesia yang sudah terkenal sampai kemanca negara diantaranya adalah Pasar Seni Ubud dan Sukowati yang berada di Bali serta Pasar Seni Acnol yang berada di Jakarta.

Kerajinan

Berdasarkan Simposium Internasional UNESCO/ITC di Manila Tahun 1997, Kerajinan adalah Industri yang menghasilkan produk-produk, baik secara keseluruhan menggunakan tangan atau menggunakan peralatan biasa, peralatan mekanis juga mungkin digunakan sepanjang kontribusi para pengrajin tetap lebih substansial pada komponen produk akhir.
Kegiatan kerajinan merupakan kegiatan kreatif  yang berkaitan dengan kreasi, produksi dan distribusi produk yang di buat dan dihasilkan oleh tenaga pengrajin yang berawal dari desain awal sampai dengan proses penyelesaian produknya, antara lain meliputi barang kerajinan yang terbuat dari : batu berharga, serat alam maupun buatan, kulit, rotan bambu, kayu, logam, (emas, perak, tembaga, perunggu, besi) kayu, kaca, porselin, marmer, tanah liat dan kapur.
Produk kerajinan pada umumnya hanya diproduksi dalam jumlah yang relatif kecil (bukan produksi massal). Volume produksi yang dapat dihasilkan oleh kelompok industri kerajinan ini, sangat bergantung pada jumlah dan keahlian tenaga pengrajin yang tersedia, sehingga kelompok industri ini dapat dikategorikan sebagai industri padat karya.
Berdasarkan bahan baku produk Kerajinan dapat dikategorikan :
  1. Keramik : sepeti tanah liat, erathen ware, pottery, stoneware, porcelain.
  2. Logam : seperti emas, perak, tembaga, perunggu, besi
  3. Natural Fiber : seperti serat alam (bambu, akar-akaran, rotan)
  4. Batu-batuan : seperti batu mulia, semi precious stone, jade
  5. Tekstil : katun, sutra dan linen
  6. Kayu : seperti kertas dan lacquer ware

25 Anyaman Bambu, Rotan dan Daun Lontar, Hasil Karya Seni I Gusti Putu Geria

Menjadi ahli dalam satu bidang tertentu sudah barang tentu sangatlah menyenangkan. Sebab, dengan keahlian tersebut, selain kita dapat memuaskan diri sendiri, kita juga dapat memuaskan orang lain yang menyukai bidang tersebut. Apalagi jika keahlian yang dimiliki itu selalu ditularkan kepada orang lain di sekitar kita.
2008082929
Ilmu dan keahlian yang selalu ditularkan kepada orang lain itu bisa membuat seseorang diakui, dikenal dan dihargai masyarakat, tidak hanya masyarakat di negeri sendiri tetapi juga masyarakat di seantero dunia. Sikap itulah yang senantiasa akan membuat seseorang selalu dikenang masyarakat karena jasa baik yang telah ditorehkan semasa hidupnya.
Rupanya filosofi inilah yang dipegang teguh oleh I Gusti Putu Geria, seorang ahli dalam pembuatan barang kerajinan anyaman dari bambu, rotan dan daun lontar yang sudah berpuluh-puluh tahun menggeluti dunia kerajinan anyaman dari bahan-bahan alam tersebut.
Keahlian dalam membuat barang kerajianan anyaman diperoleh I Gusti Putu Geria secara autodidak dari para perajin pendahulunya yang ada di sekitar tempat tinggalnya dengan cara belajar sambil bekerja. Gusti Geria, demikian panggilan akrab pakar kerajinan anyaman asal Pulau Dewata yang satu ini, sudah belajar menganyam bambu dan rotan sejak usia kanak-kanak ketika jaman penjajahan Jepang.
Berkat keseriusan, ketekunan dan kerja keras dalam mempelajari pembuatan barang kerajinan anyaman, Gusti Geria setahap demi setahap mampu menguasai teknik pembuatan barang kerajinan anyaman secara nyaris sempurna. Dengan modal keseriusan, ketekunan dan kerja keras serta ditambah dengan kemampuan berinovasi dalam mencipatkan kreasi-kreasi baru, Gusti Geria pun berhasil mengembangkan berbagai desain produk anyaman bambu, rotan dan daun lontar yang sangat indah dan kreatif. Kini sudah lebih dari ratusan desain barang kerajinan anyaman yang telah diciptakan Gusti Geria. Namun tidak satu pun dari ratusan desain produk kerajinananyaman itu yang dipatenkan Gusti Geria.
Tampaknya Gusti Geria sengaja untuk tidak mempatenkan berbagai desain barang kerajinan anyamannya walaupun dirinya mengetahui persis konsekuensi dari tidak adanya perlin-dungan paten untuk produk ciptaanya itu. Sebab, desain-desain barang kerajinan anyaman yang baik dan berkualitas dapat dengan cepat ditiru para perajin lainnya. Apalagi di Pulau Bali banyak sekali perajin yang memiliki keahlian tinggi dalam anyam menganyam sehingga sudah bukan rahasia lagi kalau praktek jiplak menjiplak itu mudah sekali terjadi walaupun hanya dengan cara melihat barang aslinya sekali saja.
20080829111
Rupanya Gusti Geria tidak terlalu mempedulikan praktek jiplak menjiplak desain barang kerajinan anyaman itu. Dia cenderung tidak mau ambil pusing dengan apa yang dilakukan perajin lain, yang terpenting bagi dirinya terus berkarya menghasilkan desain-desain produk kerajinan anyaman yang lebih baik, lebih menarik dan berkualitas tinggi. Gusti Geria pun membiarkan desain-desain barang kerajinan anyamannya menjadi milik masyarakat perajin anyaman di Bali khususnya dan di Indonesia pada umumnya.
Tidak hanya berhenti sampai di sana, Gusti Geria pun selalu aktif dalam menularkan ilmu dan keahliannya dalam bidang kerajinan anyaman. Keahliannya yang luar biasa dan pengalamannya yang luas dalam bidang kerajinan anyaman bambu dan rotan telah membawanya berkeliling seluruh Indonesia untuk menularkan ilmunya itu.
Gusti Geria sering kali diminta instansi pemerintah dan institusi/lembaga partikelir tertentu untuk memberikan pelatihan dan pendidikan (diklat) mengenai kerajinan anyaman di berbagai daerah di tanah air termasuk di provinsi Timor Timur ketika masih bergabung dengan Negara Kesatuan RI.. Sampai saat ini permintaan untuk memberikan pelatihan dan pendidikan di bidang industri kerajinan anyaman itu masih terus mengalir. Namun mengingat usianya yang sudah tidak muda lagi, Gusti Geria pun seringkali tidak dapat memenuhi permintaan tersebut. Karena itu, anak tertuanya bernama Darma Putra yang sejak kecil menggeluti industri kerajinan anyaman, sering kali mewakili Gusti Geria memberikan pelatihan tersebut.
Kini di usianya yang ke-76, Gusti Geria menghabiskan masa tuanya dengan menekuni kegiatan pembuatan berbagai barang kerajinan anyaman. Kesembilan anak (enam laki-laki dan tiga perempuan) serta 15 cucunya kini turut menekuni industri kerajinan anyaman bambu, rotan dan daun lontar. Ilmu dan seni menganyam bambu, rotan dan daun lontarnya ditularkan Gusti Geria kepada anak-anak dan cucunya serta kepada siapa saja yang berminat menekuni seni kerajinan anyaman tersebut.
20080829210
Dengan keahlian di bidang kerajinan anyaman, Gusti Geria mampu membuat berbagai bentuk dan desain kerajinan anyaman yang indah dan menarik, seperti nampan, tempat buah, keranjang parsel, laundry basket, tissue box, asesories basket, pot untuk rangkaian bunga, sangkar burung dan kap lampu. Dengan dibantu anak cucunya itu, Gusti Geria kini mampu memproduksi rata-rata 800 pieces (200 set per desain) barang kerajinan anyaman setiap bulannya.
Produk kerajinan anyaman bambu, rotan dan daun lontar buatan Gusti Geria termasuk memiliki keunikan yang khas karena desain kerajinan anyaman hasil karya Gusti Geria sangat berbeda dengan kerajinan anyaman buatan perajin lainnya yang ada di Bali maupun di daerah lainnya di tanah air. Penggunaan warna cokelat gelap (dark mahagony) yang memberikan kesan natural, antik dan anggun menambah kecantikan dan keindahan berbagai produk kerajinan anyaman itu.
Tidak mengherankan apabila kalangan pembeli dari mancanegara selalu berminat untuk membeli produk-produk kerajinan anyaman bambu, rotan dan daun lontar yang dibuat Gusti Geria. Bahkan kalangan pembeli dari Jepang yang selama ini terkenal dengan persyaratan standard mutunya yang sangat ketat dan tinggi secara rutin membeli berbagai produk kerajinan anyaman bambu, rotan dan daun lontar hasil kreasi Gusti Geria.
Walaupun sebagian besar produk kerajinan anyaman Gusti Geria ditujukan untuk memenuhi pesanan pembeli dari Jepang, sebagian produk kerajinan anyaman itu ada juga yang diekspor ke Amerika Serikat dan Australia serta sebagian lainnya dijual di pasar dalam negeri. Khusus untuk kegiatan ekspor ke Jepang, pihak pembeli dari Jepang mengirimkan perwakilannya ke Bali untuk mengumpulkan barang kerajinan anyaman itu di Bali dan mengurus semua pengepakan dan kargo untuk selanjutnya dikirim ke Jepang.
Sumber : Majalah Kina (No.2-2008) Departemen Perindustrian RI

bisnis kue kering

Kue kering merupakan jenis kue yang fleksibel untuk dibisniskan, karena tidak beresiko kue rusak bila tidak laku pada hari pembuatan (ini dikarenakan dengan metode pembuatan dan bahan kue kering yang benar, sekalipun tanpa pengawet, kue kering tahan untuk penyimpanan jangka panjang.
Untuk membuat kue kering yang enak, selain tergantung tangan pembuatnya, tentu saja juga sangat tergantung pada resep kue kering yang digunakan, campuran komposisi bahan yang pas pasti menghasilkan kue kering yang kriuk, gurih & lezat.

Resep kue kering yang jitu sangat penting terutama bila kue-kue kering ini dibisniskan. Karena sekali orang jatuh cinta pada rasanya, maka mereka akan ketagihan dan mencari buatan anda terus menerus.
sangat cocok dibisniskan oleh siapa saja yang berminat, karena margin keuntungannya cukup bagus, dan bisa dibuat bisnis rumahan berdasarkan pesanan, teman-teman bisa berjualan hanya berdasarkan pesanan, sehingga tidak usah mengeluarkan modal ekstra untuk stok bahan maupun siap jual.
Siapa saja bisa membuat kue kering, karena pembuatannya relatif mudah. Semua bahan terukur (nggak seperti masak yang biasanya mengandalkan perasaan).
Dan bisnis kue kering tidak memerlukan modal besar, peralatan yang diperlukan cukup sederhana dan pada umumnya sudah tersedia di dapur kita. Untuk berbisnis peralatan pokok yang dibutuhkan adalah : mixer, oven, loyang, cetakan (untuk tertentu), dan wadah-wadah serta pangaduk yang dibutuhkan dalam proses pembuatan ).
Dengan modal yang relative ringan ini, serta resiko yang kecil, bisnis kue kering adalah bisnis yang layak dipertimbangkan.
Sebagai bisnis musiman pun (Natal, Lebaran, Tahun Baru), memiliki pasar yang luas, karena banyak orang membutuhkan yang lezat untuk menjamu tamu atau dikirim sebagai bingkisan, tapi sedikit orang yang membuat sendiri (entah sibuk, atau lebih praktis membeli).
Nah, ingin berbisnis ? Soal resep gampang sekali, karena banyak resep kue kering yang dapat ditemukan di internet.
Tapi untuk yang berorientasi pada rasa, sebaiknya memiliki Aneka Resep Kue Kering dari ibu Hj. Achmad Soehardjo yang sudah teruji kelezatannya, dengan pengalaman lebih dari 10 tahun di bisnis kue kering.

Buku resep aneka kue kering
dengan harga sangat terjangkau ini merupakan kumpulan resep keluarga (30 resep kue kering) , dan juga dilengkapi dengan buku tips & teknik pembuatannya. Selain itu masih pula dilengkapi dengan 50 resep roti dan pai, jadi teman-teman selain berbisnis , bisa juga menambah produk dengan berjualan roti & pai.
Buat teman-teman yang sudah pakar pun atau sudah memiliki bisnis kue kering, tidak ada salahnya melengkapi koleksi resepnya kan? Belinya juga gampang kok, tinggal Order - Transfer - Memberikan konfirmasi - Lalu bisa ambil produknya (tinggal download aja) di www.KueKering.com

rahasia pembisnis sukses

5 Rahasia Pebisnis Sukses

Ada banyak sifat yang dirujukkan pada seorang wirausahawan, misal, pemberani,
pembuka jalan, pengambil resiko, bahkan serakah, rakus, dan macam-macam lainnya.
Manusia-manusia langka yang berani menghadapi resiko dan berspekulasi dipandang
sebagai pengusaha yang tega melakukan apa pun untuk meraih kekayaan sehingga
merusak kesehatan dirinya sendiri. Yang jelas, semua image tersebut sudah
seharusnya dibuang ke dalam keranjang sampah mistik dan kesalahpahaman.

Di jaman sekarang ini, ada sebuah model baru bagi seorang wirausahawan sejati.
Mereka memandangkan kesuksesan sebagai sesuatu yang lain, karena mereka
menyadari bahwa bermimpi untuk meraih keamanan melalui kekayaan adalah sesuatu
yang benar- benar hanyalah sebuah mimpi belaka. Mereka menemukan bahwa sebuah
keamanan diri bukan berasal dari finansial. Mereka melangkah ke dalam kekuatan
batin mereka untuk menempuh tujuan hidup dan menciptakan hidup yang penuh makna,
bukan sekedar bisnis belaka. Mereka inilah yang kami sebut sebagai wirausahawan
sejati.

Ada lima sifat dan hal yang dimiliki oleh seorang wirausahawan sejati.Yaitu:

1. Visioner.

Wirausahawan model lama biasanya suka melawan sesuatu. Karena, mereka
menginginkan kebebasan dan melakukan segala sesuatu menurut cara mereka sendiri,
serta percaya bahwa mereka bisa melakukannya jauh lebih baik ketimbang orang
lain. Tetapi, bagi seorang wirausahawan sejati, jiwa yang memberontak hanyalah
sebagian kecil saja. Bagaimana pun, seorang wirausahawan sejati lebih merupakan
seorang yang visioner. Mereka melihat gambar besar yang begitu penuh angan-
angan. Mereka juga mempunyai wawasan yang luas akan hidup dan usaha yang ingin
mereka ciptakan.


2. Pencipta nasibnya sendiri.

Wirausahawan tradisional menciptakan bisnis, dan ini merupakan motivator
terbesar mereka. Namun, ketika bisnis telah diciptakan, kemana lagi mereka akan
melangkah? Wirausahawan sejati bergerak menuju nasib dan takdir mereka. Mereka
mendapat inspirasi dari sesuatu yang lebih luas daripada sekedar apa yang bisa
mereka usahakan. Mereka pun menggali kekuatan batin dalam mereka dan melangkah
penuh percaya diri. Mereka bisa tetap melangkah meski hambatan tampaknya
mustahil dilalui. Dengan demikian, orang-orang yang tepat, tempat yang tepat dan
kesempatan yang tepat bermunculan untuk menolong wirausahawan sejati meraih
takdir mereka.


3. Menarik perhatian.

Semua wirausahawan mempunyai mimpi. Sebagian dari mereka berkeinginan untuk
mencapai tujuan yang jelas, sedangkan yang lain hanya berkeinginan untuk menjadi
seorang wirausahawan yang terkenal dan pertama. Mereka mendorong ide dan bisnis
untuk melakukan sesuatu yang mungkin sulit dicapai orang lain. Namun, seorang
wirausahawan sejati, bukan sekedar bermimpi, mereka juga orang yang menarik
perhatian. Setiap langkah mereka mampu menjadi inspirasi bagi orang lain.




4. Meraih tujuan diri.

Banyak wirausahawan tradisional secara agresif mengejar mimpi dan mengembangkan
bisnis yang sangat sukses. Tapi, banyak dari mereka yang tak merasakan kepuasan
batin. Kenapa? Karena mereka tidak menyisihkan waktu untuk benar-benar memahami
apa yang penting bagi hidup mereka, sebagai akibatnya, mereka menderita banyak
penyakit, hubungan yang buruk dan hal-hal lain. Sedangkan wirausahawan sejati
menciptakan bisnis dari dalam diri sebagai perwujudan kesadaran jiwa mereka.
Mereka mengerti apa yang penting untuk menyelaraskan keyakinan dan mimpi-mimpi
mereka untuk memenuhi tujuan hidup mereka.


5. Inspirasional.

Banyak wirausahawan memilih untuk tidak mempunyai karyawan atau rekan kerja.
Mereka lebih suka bekerja sendiri. Itu kenapa, seringkali mereka tidak bisa
bertindak sebagai supervisor yang baik. Mereka lebih suka mengendalikan
semuanya, atau melakukan micromanagement, atau tidak memanage apa-apa.
Wirausahawan sejati tahu pentingnya spirit team dan bagaimana membangkitkan
inspirasi orang lain agar menjadi kreatif dan mampu mengekspresikan hidup yang
penuh makna. Mereka tahu bahwa memenuhi kebutuhan orang-orang lebih baik bagi
klien dan rekan bisnis mereka. Dan, sebagai akibatnya bisnis mereka pun tumbuh.

Tak peduli apakah anda sekarang ini adalah seorang wirausahawan atau sedang
bermimpi menjadi seorang wirausahawan, memahami bagaimana menjadi seorang
wirausahawan sejati tentu mempunyai banyak keuntungan bagi anda. Anda bisa
menyingkirkan cap sebagai seorang wirausahawan tradisional dan memberikan ruang
yang lebih luas bagi anda untuk pertumbuhan diri anda. Jika anda siap untuk
melangkah maju dan berikrar untuk meraih apa yang anda inginkan, yaitu hidup
penuh makna dan sejahtera, inilah waktunya untuk berubah. Ubah pandangan anda
dan jadilah seorang wirausahawan sejati

Minggu, 13 Februari 2011

10 Artikel Blog Bisnis Untuk Pemula

Berikut 10 Artikel Blog Bisnis Untuk Pemula:

  1. Type Bisnis Online Internet
    Artikel berisikan pengenalan jenis-jenis bisnis online yang ada di Intenet, Mulai Dari Bisnis Forex Trading, Ebook, Affilite Program, Autosurf Program, MLM (Multi Level Marketing), Dsb;
  2. Pengertian Dasar Forex Trading
    Berisi Definisi/ pengertian tentang Jual Beli Saham (Pasar Modal), cara bermain, siapa saja pelakunya, dll;
  3. Jenis/ Type Produk Bisnis Online
    Tentang Jenis Produk yang biasa dijual/ dipasarkan di dunia online, cocok bagi anda yang baru memulai berbisnis online dengan cara membuka toko online;
  4. Perbedaan Bisnis Affiliate (Reseller) dengan MLM (Multi Level Marketing)
    Membedah sedikit pengertian/ tanggapan tentang perbedaan Kedua jenis bisnis ini yaitu antara Affiliate dan MLM;
  5. 5 Tips Sukses Menjalankan Program Bisnis Affiliate
    Merupakan artikel yang disadur dari blog bisnis populer (problogger.net), berisi lima tips/ teknik sukses menjalankan affiliate program bisnis;
  6. Cara Daftar Blog di Text Link Ads (TLA)
    Bagi anda yang ingin menghasilkan uang dari blog dengan cara jual beli link, silakan baca !!
  7. Kendala Utama Memulai Bisnis Secara Online
    Artikel ini berisi kendala/ tantangan yang biasa ditemui disaat sebelum/sedang memulai suatu bisnis di internet;
  8. Bisnis Online Jual Beli Chips Poker By Zynga
    Berikut merupakan sajian artikel blog berisi topic bisnis yang cukup populer pada awal tahun 2010 ini tentang permaian Game Poker melalui situs Jejaring Sosial Seperti Facebook;
  9. Mencoba Bisnis Online Afiliasi Hosting Hostgator $50 per sign up
    Postingan yang ditulis oleh sahabat tentang bisnis hosting, dimana kita cukup mencari Referral agar bisa mendapatkan uang;
  10. Bisnis Online 2010 : Blogging dan PPC
    Mengenai Cara ber-bisnis di tahun 2010 ini dan bagaimana membentuk mindset yang benar.
So.. Silakan nikmati pengenalan singkat mengenai cara menjaring uang di internet melalui blog, kalau masih kurang puas silakan Download Ebook Bisnis Online atau Ebook Forex dalam bahasa Indonesia yang ada di blog ini. SALAM..!!

Cara Menjadi Bussiness-women handal

Analisis strategi Penjualan

Sumber : http://galerybaca.blogdrive.com

Berawal dari usaha kaki lima kemudian menjadi bisnis keluarga yang lebih besar, akhirnya berdirilah Hero Mini Supermarket pada 15 Agustus 1971 yang pada

perkembangannya menjadi Hero Supermarket Tbk. Hingga September 2001 telah terdapat 82 gerai Hero di seluruh Indonesia dengan diversifikasi ke usaha eceran lain seperti toko perawatan pribadi Shop in, Department store mainana anak-nakan Toys City, Mega Super Grosir, Start Mart, Mitra Toko Discount, dan Guardian.

Tiga falsafah dasar Hero dalam menjalankan bisnis ecerannya adalah;
(1) selalu mengutamakan service yang terbaik kepada pelanggan,
(2) selalu menyediakan produk yang bermutu tinggi, dan
(3) bersama-sama menciptakan kesatuan manajemen yang sempurna dan kesejahteraan bagi para karyawan. Selain bertekd menyediakan bahan pangan yang baik dan sehat bagi masyarakat, Hero juga membuka kesempatan kerja yang cukup luas seiring dengan perkembangannya

Pembahasan :

Struktur Pokok Dalam Bisnis Eceran

Terdapat 3 struktur pokok yang menentukan keberhasilan bisnis eceran yaitu;

1. Merchandising yang meliputi segala aktivitas yang berhubungan dengan arus barang sejak barang dipesan sampai diterima pembeli dengan aman.

2. Pemasaran/Marketing

Kiat untuk menguasai pasar dalam bisnis eceran adalah dengan mengkombinasikan 4R yaitu; right product, right place, right price dan right time. Serta ditunjang dengan pelayanan yang baik dan memuaskan pelanggan.

3. Kemitraan Usaha

Kemitraan usaha antara pengusaha pengecer besar dan pengusaha pengecer kecil diharapkan dapat menguntungkan masing-masing pihak dengan terus mempertimbangkan profesionalitas dan proporsional hubungan keduanya sehingga pola kemitraan tetap pertimbangan jenis barang, kualitas, harga, pemasaran dan produksi yang berkelanjutan sesuai kebutuhan masyarakat

Hero sebagai pioneer bisnis eceran di Indonesia yang terus mengalami perkembangan pesat merupakan sebuah contoh bisnis eceran yang memiliki strategi-strategi jitu dalam usaha menembuh pasar dan persaingan pesat dalam bisnis ini. Hero mengambil beberapa kebijakan dalam mendisain strategi bisnis ecerannya

1. Keputusan pasar sasaran (Target Market Decision) yaitu dengan memusatkan perhatian pada pembeli dari kalangan menengah ke atas. Dengan operasional yang relatif besar, biaya rendah, volume tinggi, operasi swalayan dirancang untuk melayani semua kebutuhan konsumen sehari-hari (convinience goods) seperti makanan, produk perawatan rumah, dan barang-barang konsumsi lainnya.



2. Pilihan produk dan keputusan pelayanan (Product Assortment and Service Decision)

Hero menjual merek nasional yang ekslusif, secara kontinue mengganti barang-barang yang telah terjual, dan menjual produk dengan merek sendiri (house brand). Hero berusaha memperkuat posisinya sebagai supermarket yang menyediakan produk segar dengan gerai yang memberikan kenyamanan. Posisioning “Think Fresh from Hero” menciptakan mind share konsumen bahwa Hero identik dengan produk segar.



3. Keputusan Harga (Price Decision)

Hero menetapkan harga rendah untuk menarik konsumen pada beberapa jenis produk dan melakukan obral pada waktu-waktu tertentu. Tetapi dilain pihak agar keuntungan tetap terjaga dilakukan peningkatan harga pada barang-barang tertentu sebagai usaha subsidi silang. Hero juga melakukan diskon dan mengkomunikasikan harga pada konsumen melalui daftar harga mingguan yang diedarkan di rumah-rumah, pusat belanja, dan media promosi yang digunanakannya.



4. Keputusan Promosi (Promotion Decision)

Strategi promosi Hero kurang menonjol dan memilih bermain aman, tercermin dari pengeluaran iklannya pada tahun 2000 hanya sebesar Rp 929 juta untuk promosi di televisi, sebaliknya di media cetak yang sering diisi dengan katalog harga sebesar Rp 7,04 Milyar. Bentuk promosi lainnya dalam bentuk event yang bekerjasama dengan pihak lain dan dengan mengeluarkan harga promosi minguan di gerainya.



5. Keputusan Tempat (Place Decision)

Hero melakukan evaluasi tempat dengan mengadakan relayout desain gerai dan relokasi gerai yang kurang berkembang dan menambah gerai baru di tempat yang dianggap potensial. Hero juga mempertimbangkan kondisi sosial, budaya, dan politik di daerah tujuan pasarnya sehingga pendirian gerai di beberapa daerah konflik di tunda.



Berbagai penelitian mengungkapkan bahwa ada dua fakta yang mendorong orang berbelanja di sebuah toko, pertama kelengkapan barang-secara naluriah pembeli lebih senang punya banyak pilihan barang yang bervariasi, kedua harga-semakin rendah harga barang semakin mudah mengundang pembeli. Kedua faktor inilah yang dipadukan oleh hypermarket sehingga mereka berhasil memenangkan persaingan. Secara umum hypermarket cukup sukses melakukan negosiasi saling menguntungkan dengan para produsen dan distributor. Bila supermarket sebelumnya menikmati margin laba tinggi dengan mendikte produsen membayar tempat penjualannya (display price), maka hypermarket melakukan hal unik yakni memperoleh potongan harga (discount strategy) dari hasil penjulaan dan proses pembelian langsung. Implikasi dari hadirnya hypermarket adalah semakin kaburnya konsep penjualan yang sifatnya grosir dan eceran, berkembangnya ruang penjualan yang luas (large selling space), dan perubahan harga (price strategy) yang sangat cepat. Hal ini yang kemudian memicu persaingan harga berkepanjangan (www.swanet.com).

Strategi hero dalam menghadapi hypermarket besar adalah dengan membuat hypermarket baru dan untuk itu Hero akan bekerjasama dengan ritel asing membangun Giant Hypermarket dengan ukuran 6-7 kali supermarket biasa dengan harapan dapat membidik pasar yang lebih luas khususnya untuk daerah Jabotabek dan sekitarnya.

Walau ada pergeseran paradigma ritel dari skala kecil ke besar kenyataannya, baik ritel kecil maupun besar seperti mal tetap eksis. Bahkan, mal berkembang menjadi megamal atau supermal. Di tengah makin kompleksnya dunia ritel yang beragam bentuknya, perusahaan ritel yang telah menjadi multistore multichannel harus tetap memberikan nilai tambah bagi pemegang sahamnya.

Penelitian Accenture terhadap 63 ritel global menunjukkan sejak 1991, kurang dari 20% mampu menciptakan pertumbuhan pendapatan yang mengagumkan dan nilai return bagi pemegang saham. Dari angka tersebut, tercermin adanya empat kelompok peritel yang terdiri atas: low growth value creator, high growth value creator, empty growth retailer dan stagnant retailer. Para peritel ini, dalam golongan manapun sangat ditekankan bertumbuh tanpa berekspansi geografis ataupun akuisisi.

Dalam konteks disini, konsep Scientific Retailing (SR) diharapkan dapat memberi pencerahan penciptaan nilai baru. Berintikan pendekatan B2B, yaitu Back to Basic (bukan Business to Business), SR mirip kegiatan ilmiah yang mencampurkan beberapa elemen operasional dengan bantuan teknologi. Menggunakan konsep ini, diharapkan peritel dapat memacu pertumbuhan lewat peningkatan efisiensi operasional sehari-hari, ketimbang menambah jumlah toko. Selain itu, peritel diharapkan dapat mengelola bisnis besar, dan tumbuh dengan pengetahuan yang dimiliki pemilik jenis Mom & Pop atau warung.

Ada empat hal fokus utama dalam bisnis eceran. Yaitu, pelanggan, merchandising, rantai persediaan, dan logistik. Dengan menggunakan engine (penggerak), program ini diharapkan memberi masukan berharga tentang pelanggan, produk, harga, promosi dan ragamnya. Sebab, banyaknya informasi yang diperoleh, memberi kesempatan peritel membuat keputusan langsung di tingkat lokasi toko, pelanggan, dan stock keeping unit. Keputusan-keputusan tersebut diharapkan mampu memperbaiki inventory turnover, meningkatkan margin, mendorong penjualan, dan apresiasi nilai saham.

BISNIS PULSA

PT. Datacell Infomedia menawarkan peluang bisnis menjadi Agen, Dealer, Master Dealer dan Partner Dealer Resmi Voucher Elektrik.
Dengan menjadi Mitra Bisnis Datacell, maka Anda dapat melayani penjualan dan pembayaran:
  • Pulsa All Operator
  • Payment: Listrik, Telkom, Speedy, T-Cash, Asuransi
  • Voucher: Listrik Prabayar, TelkomVision, YesTV, Game Online
Adapun keuntungan bergabung menjadi Mitra Bisnis Datacell adalah sebagai berikut:
  • Free Registrasi, tidak dikenakan biaya pendaftaran
  • Free pengiriman SMS, dengan short code 6611, juga mendukung transaksi melalui YM (Yahoo Messenger).
  • Free Reply SMS, informasi status transaksi gratis
  • Free Deposit, tidak ada minimal deposit. Deposit sesuai kebutuhan Agen. Untuk Dealer, Master Dealer Komunitas dan Partner Dealer H2H terdapat batasan minimum deposit.
  • Free Admin Fee, tidak ada biaya tambahan pada saat deposit
  • Free Regional, produk nasional, tanpa dibatasi wilayah
  • Free Risk, tanpa resiko kerugian terhadap harga pasar yang cenderung berubah-ubah karena modal usaha dalam bentuk saldo rupiah
  • Secure, keamanan deposit dan transaksi terjamin, karena sistem menggunakan SSL Secure Server
  • Stable, layanan online 7×24 jam
  • Real Time, sistem terhubung ke semua operator dan partner bisnis lainnya
  • All Operator, Produk seluruh operator telekomunikasi, serta partner bisnis lainnya
Tiga Langkah Mudah menjadi Mitra Bisnis Datacell :
  1. Pilih product yang sesuai
  2. Isi form pendaftaran secara online
  3. Deposit saldo setelah account aktif
Selamat menjalankan transaksi bisnis voucher elektrik.

Sabtu, 05 Februari 2011

Bisnis Women

Bisnis Martabak Premix Hanya Rp8,5 Juta

Sunday, August 19, 2007
Termasuk Perlengkapan dan Bahan Baku

Ingin mendapatkan penghasilan tambahan dengan berbisnis? Sekarang ini bisnis francase sedang berkembang dan banyak diminati. Tidak perlu banyak modal untuk membeli francase Hollann Snoep Martabak Premix. Hanya dengan modal awal Rp8,5 juta, Anda sudah bisa menjalankan bisnis Martabak Permix.

''Memulai berbisnis bisa dari usaha kecil dulu, salah satunya bisa memulai menjalani bisnis penjualan Martabak Premix. Dengan menjadi franchase dari Hollan Snoep Martabak Premix,'' papar Michael Hopmans, pemilik Franchase Hollann Snoep Martabak Premix. Ia menjelaskan, dengan modal Rp8,5 juta, Anda sudah bisa menjalani bisnis ini.

Karena harga tersebut sudah termasuk peralatan dan bahan baku untuk 1 bulan operasional. Bahan dan perlengkapan yang didapat yaitu 1 booth martabak ukuran 1,20 m, 1 set kompor martabak besar dan 1 set kompor martabak mini dengan dua api. Serta 1 loyang ukuran 26 cm dan 2 loyang ukuran mini 12 cm.

Selain itu, 1 set utensil dan alat-alat lainnya, 200 pcs mini box dan 50 pcs maxi box. Sedangkan dari segi bahannya yaitu 20 kg tepung martabak premix, toping penunjang sesuai dengan jumlah tepung diatas (keju, coklat, kacang dan sebagainya).

''Harga tersebut juga sudah termasuk seragam untuk operator, training satu hari untuk operator, kunjungan sebulan sekali untuk pengontrolan produk dan 3 bulan sekali pengembangan produk. Serta satu buah banner promosi,'' ujar pria asal Belanda itu.

Francase Martabak Premix ini sudah berkembang di Bandung, dan Jakarta. Karena itu bisnis ini ingin dikembangkan lagi di Batam dan diseluruh Indonesia. Apalagi tepung premix ini berbeda dengan tepung-tepung terigu lainnya.

''Tepung premix ini lebih harum dan pengolahannya tidak membutuhkan waktu lama,'' ujarnya. Ia menerangkan, biasanya penjual martabak membuat adonannya lebih banyak, kalau tepung premix ini adonannya dibuat secukupnya saja dan pengolahannya juga cepat.

Dalam hitungan kurang dari 7 menit mulai dari pengolahan dan masaknya sudah siap. Rasanya juga lebih kenyal dan enak. Bagi yang berminat menjalani bisnis Martabak Premix bisa langsung menghubungi Michael Hopmans di 08157041199.